SERIKATPETANIREMBANG.COM - Memasuki minggu keempat bulan agustus setelah perayaan HUT RI ke 73, Petani cabai di Rembang menjerit akibat anjloknya harga hasil panen.
Samiyono, Petani asal desa Suntri kecamatan Gunem mengaku kaget dengan anjloknya hasil panen cabai merah keriting kali ini. Padahal beberapa saat yang lalu selang hanya beberapa hari, harga dikisaran Rp 13.000 di tingkat Petani yang sekarang anjlok menjadi Rp 9.000.
Hal ini, juga dibarengi dengan musim kemarau tinggi, sehingga membutuhkan pengairan yang cukup sehingga berakibat terhadap rontoknya daun tanaman cabai. Populasi tanaman cabai sebanyak 6000, hampir keseluruhan mengalami rontok daun, ungkap Samiyono.
Anggota Komisi B DPRD Rembang Joko Suprihadi menyampaikan, bahwa di akhir tahun 2017 sudah disepakati Perda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani dan Nelayan yang dalam klausul pasalnya mengamanahkan agar Pemda membeli hasil holtikultura Petani Rembang. Di dalam risalahnya menyatakan agar Pemda menyiapkan cas sebagai pengawet holtikultura. Tinggal menunggu goowill Pemda. Begitu ungkap Joko dalam group WA "Rembug Petani Rembang" yang merupakan group bentukan Serikat Petani Indonesia (SPI) cabang Rembang.
Samiyono, Suntri, Gunem phone/wa 082243643101
Admin SPI Rembang
Anggota Komisi B DPRD Rembang Joko Suprihadi menyampaikan, bahwa di akhir tahun 2017 sudah disepakati Perda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani dan Nelayan yang dalam klausul pasalnya mengamanahkan agar Pemda membeli hasil holtikultura Petani Rembang. Di dalam risalahnya menyatakan agar Pemda menyiapkan cas sebagai pengawet holtikultura. Tinggal menunggu goowill Pemda. Begitu ungkap Joko dalam group WA "Rembug Petani Rembang" yang merupakan group bentukan Serikat Petani Indonesia (SPI) cabang Rembang.
Samiyono, Suntri, Gunem phone/wa 082243643101
Admin SPI Rembang